Just get enough strength to write down my feeling after the day when I decided to end it.
I could choose whether I am gonna write down on how hurt I am or just thankful to God on what He has given me until today. If I look back, think that I would have no regret (till now) since I’ve done my best during the 7 years, hold there for him, always beside him for whatever he is…and anyway I become who I am today because of that 7 years.
Tapi after that I did doubt myself, my values mengenai cinta dan hubungan. G jdi blank aja, merasa bahwa memang mungkin g yg terlalu naïf dan terlalu simple, ga bisa menerima kenyataan bahwa cinta itu rumit. Go through several unintended conversation with 2 bapak2 di kantor (yah g percaya ini juga uda diatur sma Tuhan g bsa ngobrol). Bapak 1, beliau dari dulu adalah orang yg punya karisma, lurus dan ga macem2. G suka banget klo gi dengerin (=nguping) dia telp, dan dia sering bilang uda terserah mama aja hihihi da tuir gtu masih aja bsa ngomong lembut bgituh. Anyway, turn out he did fight for his family. Just recently accepted by his wife family due to their difference. Surprise me karena dari dulu mengira his life should be perfect. Bapak 2, beliau orang yg misterius, gara2 g Cuma bertanya apakah family nya ikut ke indo atau tidak, turn out mlh jdi crita bahwa his wife sakit bipolar disorder and dia milih stay di Indo krn Indo ngebuat istri nya nyaman. As simple as that. Klo orang bilang married itu nyusahin, ini bapak uda married dengan istri yg sakit psikologis (yg dulu di BKK mpe nungguin dia kerja di kantor krn sakitnya itu yg ngebuat dia curigaan terus)..masih bisa ngomong gtu. Hwaaaaaaaaaa g mpe berkaca2 dengernya. Even I know that he should be promoted several month ago but he rejected it since that position required him to move to BKK. Dengan alasan-> Pcaya ga hari gini masih ada jawaban: uang dan posisi itu bisa dicari, itu semua ga ada gunanya klo ngebuat orang yg qta sayang jdi ga happy. Huwaaaaa tambah berkaca2 dengernya.
Back to main topic (hihi kbanyakan crita ga penting), yg namanya cinta itu simple. Seperti kata bapak2 idola g itu, cinta itu ga ada definisi nya, bukan juga criteria. Qta dibuat ma Tuhan berpasangan, cinta adalah ketika qta ktemu orang yg bsa terima kelebihan qta dan mau menertawakan bersama2 kekurangan qta masing2 dengan tetap saling bisa memberi inspirasi bahwa qta bisa jadi manusia terbaik or at least lebih baik tiap hari nya.
Cinta bukanlah mengenai atribut yg ada di diri g, tapi adalah tentang g, tentang arti diri g buat dia. For sure cinta itu bukan umur, bukan SARA, bukan penampakan fisik..huhhhh makanya g slalu ktawa klo ntn take me out/take him out..secara shallow bgt dah alesan2nya..tpi mang apa yg bisa qta harapkan dari acara kaya gtu ya hihihi (jdi salah g dunks yg nonton:P).
Cinta ga bisa direncanakan, karena qta ga bakal sadar ketika cinta datang, tau2 dia udah ada. Dan seperti bapak2 itu bilang, once qta sadar ternyata sudah ada cinta, perjuangkanlah cinta then your life will be peaceful and happy. Cuma qta sendiri yg bakal tau, bukan orang lain.
Ga usa dipusingin yg lain, cari pasangan yg mau berjuang bareng hihihi si bapak mah gampang ngomongnya…tpi saya ga tau hari gini masih adakah yg mau berjuang secara katanya klo bisa enak2an ngapain berjuang susah2 hehehe…
“To accept love, it does not mean we will never get hurt. It is better to get hurt because of it compare than feeling regret of running from love which might be the best thing ever happen in our life as God gift to us. Just take the risk.”
*Thank you buat bapak2 yg sudah menginspire g:)
Sunday, November 22, 2009
Saturday, September 12, 2009
RoJul continued
I never quit on someone.
I never fear of the differences.
Iya itulah g. G selalu percaya bahwa orang yg qta sayang adalah orang yg patut g belain dan ga bakal g menyerah. Menyerah karena konflik yang ada, menyerah karena perbedaan yang qta punya, menyerah karena keadaan yg ada.
Dan bener, g ga pernah takut sama perbedaan. Perbedaan itu ada untuk membuat qta semakin kaya dan lebih baik.
Tapi gimana klo orang yg g sayang, terlihat menderita karena 2 sifat g yg di atas itu...apakah g akan terus berjuang. Hmm iya siyh, mungkin kali ini berjuang untuk mengiklaskan keadaan yang ada.
Karena dalam hubungan selalu butuh 2 sisi. When I love and care about someone, g akan menerima semua resiko yg menyertai orang itu dan hubungan g. Tapi gimana klo dia yang ga mau menerima resiko itu. Gimana klo sbnernya dia pengen pergi, tapi karena dia sayang ma g dan sifat g di atas itu, dia jadi ga tega pergi tapi juga ga bisa ngapa2in.
Iya g sanggup menjalani apapun itu yg akan terjadi, karena itu adalah resiko g sayang dan menerima seseorang secara penuh. But I am not a saint, g cuma seorang manusia tepatnya perempuan biasa (hihihihi lah masa g laki2)...g butuh cowo g, suami g untuk bisa belain g. Apakah g salah kalo g butuh itu. Paling ga g butuh yakin bahwa dia akan terus ada di samping g, di dalam kondisi apapun, buruk ataupun baik. G butuh yakin bahwa ketika g butuh pegangan, g akan selalu bisa cari tangan dia untuk pegangan.
Masalah yg g hadapin lately kebanyakan bukan berasal dari internal qta ber2, tapi dari orang2 lain, orang luar. Sedih siyh karena logika g adalah dia yg menjalani hari2nya selama 7 tahun sama g. Dia yg bisa menilai diri g sebenar2nya. Apakah g baik atau buruk. Dan klo g buruk ngapain juga qta bertahan selama 7 tahun. 7 tahun itu ga sebentar, naik turun g juga lewatin. G sedih kenapa dia mesti pikirin pendapat orang lain, instead of having his own opinion about me. And tell those people apakah emang g seperti yg mereka bilang.
Back to my first 2 statement, g lgi berasa cape. G juga pengen jadi orang yg never di-quit-in (jelek amat niy kata2)...g juga pen jadi orang yg diyakinkan bahwa perbedaan itu bukan suatu yg jelek. Lately g jdi berfikir, apakah justru emang orang2 kaya g ini yg naif berfikir bahwa beda itu gpp malah salah. Apakah g harus menyerah terhadap the 'Rule'?? Apakah tidak ada suatu 'Exception' buat g? Hihihi baru nonton 'He's just not that into you...
Yah jdi sedih lagi deh g...
Tuhan berikanlah hamba-Mu ini kekuatan dan petunjuk-Mu selalu.
I never fear of the differences.
Iya itulah g. G selalu percaya bahwa orang yg qta sayang adalah orang yg patut g belain dan ga bakal g menyerah. Menyerah karena konflik yang ada, menyerah karena perbedaan yang qta punya, menyerah karena keadaan yg ada.
Dan bener, g ga pernah takut sama perbedaan. Perbedaan itu ada untuk membuat qta semakin kaya dan lebih baik.
Tapi gimana klo orang yg g sayang, terlihat menderita karena 2 sifat g yg di atas itu...apakah g akan terus berjuang. Hmm iya siyh, mungkin kali ini berjuang untuk mengiklaskan keadaan yang ada.
Karena dalam hubungan selalu butuh 2 sisi. When I love and care about someone, g akan menerima semua resiko yg menyertai orang itu dan hubungan g. Tapi gimana klo dia yang ga mau menerima resiko itu. Gimana klo sbnernya dia pengen pergi, tapi karena dia sayang ma g dan sifat g di atas itu, dia jadi ga tega pergi tapi juga ga bisa ngapa2in.
Iya g sanggup menjalani apapun itu yg akan terjadi, karena itu adalah resiko g sayang dan menerima seseorang secara penuh. But I am not a saint, g cuma seorang manusia tepatnya perempuan biasa (hihihihi lah masa g laki2)...g butuh cowo g, suami g untuk bisa belain g. Apakah g salah kalo g butuh itu. Paling ga g butuh yakin bahwa dia akan terus ada di samping g, di dalam kondisi apapun, buruk ataupun baik. G butuh yakin bahwa ketika g butuh pegangan, g akan selalu bisa cari tangan dia untuk pegangan.
Masalah yg g hadapin lately kebanyakan bukan berasal dari internal qta ber2, tapi dari orang2 lain, orang luar. Sedih siyh karena logika g adalah dia yg menjalani hari2nya selama 7 tahun sama g. Dia yg bisa menilai diri g sebenar2nya. Apakah g baik atau buruk. Dan klo g buruk ngapain juga qta bertahan selama 7 tahun. 7 tahun itu ga sebentar, naik turun g juga lewatin. G sedih kenapa dia mesti pikirin pendapat orang lain, instead of having his own opinion about me. And tell those people apakah emang g seperti yg mereka bilang.
Back to my first 2 statement, g lgi berasa cape. G juga pengen jadi orang yg never di-quit-in (jelek amat niy kata2)...g juga pen jadi orang yg diyakinkan bahwa perbedaan itu bukan suatu yg jelek. Lately g jdi berfikir, apakah justru emang orang2 kaya g ini yg naif berfikir bahwa beda itu gpp malah salah. Apakah g harus menyerah terhadap the 'Rule'?? Apakah tidak ada suatu 'Exception' buat g? Hihihi baru nonton 'He's just not that into you...
Yah jdi sedih lagi deh g...
Tuhan berikanlah hamba-Mu ini kekuatan dan petunjuk-Mu selalu.
Monday, September 7, 2009
1st Anniversary
16 july 2008, pertama kalinya menjejakkan kaki di lt24 sebagai bagian dari perusahaan. Tak terasa sudah 1 taun lebih berlalu. Kalo bukan krn tambahan 1bulan gaji yg g terima ketika melihat saldo transaksi bank, mungkin g ga bakal sadar hihi klo g uda ulang tahun, krn memang waktu berjalan dengan cepat:)
Kesan 1 tahun..pasti ada plus minusnya. Tpi yg g highlight adalah, g punya keluarga di kantor. Ada babe, yg dari mukanya keliatan angker, tpi slalu siap jadi bemper buat anak2nya. Yg lucu adlh babe punya kerjaan sampingan jdi mak comblang. Pertama dipikir2 agak tak biasa, tpi dipikir lbih dalam lgi..i think, that is sweet n nice.
G punya emak yg bisa jdi tempat curhat segala macem masalah. Mulai soal kerjaan mpe soal film. Emak g juga sangat bsa diandalkan. So far, i learnt a lot dari babe dan emak g.
Di luar itu g punya 3 orang tante, sama siy, bsa jadi tempat ngobrol dari kerjaan, how to choose a guy, mpe soal kalung ato baju...we have the 'girltalk' thing.
G punya kaka cewe, ade cewe, kaka cowo dan tentunya sodara tiri yg kerjaannya ribut mulu dri soal kerjaan mpe bukan kerjaan..gitu gambaran g ttg tim di depatment g.
Not perfect, tpi cukup:)
No matter apa yg akan terjadi dan menimpa keluarga ini, tpi dengan g tulis..spertinya sudah ckup membuat g akan slalu inget perasaan g sekarang.
Dari sisi kerjaan..learn a lot and always feels happy when you know that you could make some improvement to the current condition.
Next nya..apa ya..apa sudah cukup 1 tahun??? Wallahualam:)
Friday, August 21, 2009
Kota Kinabalu: From the mountain to getting tanned in white sandy beach - Part 3
Salah satu alasan kenapa perjalanan g ke Kota Kinabalu terhitung lancar, aman dan terkendali adalah karena during the planning phase, g sangat terbantu oleh blog2 orang yang sudah pernah ke sana. Teringat oleh hal tersebut, g jadi termotivasi lagi untuk meneruskan blog ini hihihi..hope ini juga bisa membantu orang lain lagi:).
Here we go.
Sesampai di Mount Kinabalu Park, first thing to do adalah pergi ke Headquarter nya untuk mengurus: akomodasi di kaki gunung, di gunung, climbing permit, climbing guide dan insurance. For your information, di gunung Kinabalu, kita tidak boleh melaksanakan pendakian jika belum selesai mengurus item2 tersebut di atas. Mount Kinabalu sendiri dikelola oleh badan swasta yaitu Sutera Sanctuary. Dia menyediakan berbagai akomodasi dengan berbagai range harga, jadi jangan khawatir. G sendiri tentunya memilih yang termurah. Di headquarter juga kita akan mendapat petunjuk di mana tempat makan malam, tempat sarapan, kapan briefing pendakiannya di mulai, apa persiapannya dan hal2 penting lainnya.
Setelah selesai mengurus, g pun lanjut perjalanan menuju ke hostel g, yaitu Grace Hostel. Dari headquarter ke hostel dibutuhkan waktu berjalan kaki kurang lebih 10 menit, tidak ada mobil. Jadilah g ber-3 menggeret koper, menggotong backpack jalan ditemani dengan udara dingin yg sangat menggigit. Jujur ini membuat g takut karena g gak kebayang gimana besok pendakiannya. Apa g mampu menghadapi tantangan alam..hehehehehe g udah membekuuuu di kaki gunung nya aja.

(Setelah berjalan cukup jauh ditemani hujan dan suhu yg dingin)
Setelah kami sampai di hostel, ternyata standard hostelnya tinggi (yiippiee). Kasurnya sudah bukan bunkbed yg tipis, tapi spring bed dengan tingkat ketebalan 20 cm kurang lebih. Kamar bagus, ruangan hostel juga bagus, bersih, kamar mandi banyak. Selesai beres2, kami pun langsung mencari Liwagu restaurant yang akan menjadi tempat makan malam dan briefing untuk pendakian esok harinya. Dan lagi2 kami harus berjalan kaki.

(Our room in Grace Hostel)
Melalui briefing kami melihat kelompok pendakian kami yang mana di dominasi oleh turis Jepang dan Eropa..from Indonesia...just us (dan kaya nya mas2 garink yg kami temui di Akinabalu Youth Hostel). Beda dengan makan malam sebelumnya yang serba minimalis, makan malam kami di Liwagu Restaurant bisa dibilang cukup mewah..ada sapo..ada udang..ada sayur..enakkk dengan harga yang cukup reasonable. Another tips, paksain makan yg banyak dan cukup menjelang pendakian, karena kita akan membutuhkan energi yang cukup banyak.

(makan malam sebelum pendakian)
Pagi pun datang, total jarak yang harus ditempuh sampai dengan puncak tertinggi adalah sekitar 8.5 km (Low's Peak). Pendakian dibagi menjadi 2 tahap yaitu Day Climb (6 km) dan Night Climb (2.5 km sisa nya menuju puncak). Untuk day climb sendiri sebelum mencapai LABAN RATA lodge yang akan menjadi tempat menginap sebelum melakukan Night Climb, kita akan melewati 6 buah shelter (tempat istirahat). Di setiap shelter tersedia kamar mandi dan air yang belum higienis (in case kita kehabisan minum, ttep bisa diminum).

Mount Kinabalu sendiri adalah Gunung ke-3 tertinggi di Asia setelah Gunung Himalaya di Tibet dan Gunung Jayawijaya di Irian Jaya. Tapi Gunung Kinabalu adalah gunung tertinggi yang bisa didaki dengan keahlian mendaki nol, alias tidak memerlukan keahlian mendaki cukup dengan stamina, fisik dan mental yang kuat.

(Tuyh puncak gunung nya keliatan di belakang)
Kalau kebanyakan orang akan memulai dengan yahh pendakian di Gunung Kinabalu adalah hal yang mudah..gak berat..gak cape. Hmmm g akan memulai dengan komentar bahwa walaupun pendakian gunung Kinabalu tidak memerlukan keahlian mendaki, pada kenyataannya tidak semudah itu. Apalagi pendakian g diiringi dengan hujan (g percaya siyh kalo gak ujan, it will be a lotttttt more easier).
Medan pendakian pun beragam dari jalan setapak, batu2 besar sampai dengan tebing dengan kemiringan hampir 60 derajat.
1 km sampai dengan 3 km g masih riang gembira..nyanyi2..ngobrol2..ktawa2. Semakin ke atas, apalagi 2 km terakhir, apa yang g pengen cuma, kapan g bisa liat si Laban Rata hehehe.

Tips dari g:
1. Penting untuk browsing dulu apa yang harus di bawa (air yang banyak banget, makanan berenergi, obat2an, ponco, jaket tebel, dll)
2. Atur ritme pendakian. Jangan lo terlalu cepet di depan, tapi nanti makin ke belakang semakin loyo. Atau kebalikannya, terlalu santai di depan, nanti pas ke atas tetep aja malah kecapean..yang ada semakin lama sampai. Bergerak yang konstan juga berguna untuk menjaga kestabilan aliran darah ke otak. Salah satu resiko kita jalan dari dataran rendah yg tekanannya rendah ke dataran yg jauh lebih tinggi dengan tekanan yang tinggi adalah kepala kita bisa sakit (g lupa ini nama penyakitnya apa, tapi rasanya kepala bakal kaya mau meledak)
3. Hemat nafas. Talking too much or singing too much dihindari, secukupnya aja. Karena smakin ke atas itu oksigen semakin tipis, hematlah oksigen yang ada di dalam otak, di dalam darah.
4. Stay fokus, konsentrasi. Karena dengan tekanan di fisik, kita tetep musti bisa mikir langkah mana yang akan kita ambil yang paling efisien dan aman. Contoh: capean mana pilih batu2 yang gede banget, lbih lebar langkah = lebih banyak energi tapi juga harusnya lebih cpet sampai...atau pilih melangkah di batu2 yg kecil, ga terlalu cape, tapi lama. Ergonomis nya juga musti di pikirin...apa yang lo pegang, cara naek, dll. Dan itu harusnya cepet mikirnya. Karena semakin lama lo bergerak..percaya deh semakin rasa cape itu akan terasa.
5. Tetaplah berfikir positif. Complaining ataupun mendengar orang mengeluh itu bikin lo cepet cape dan kesel. Kata2 self motivation sangat membantu..ayo 1 langkah lagi, dikit lagi sampai..dan semacamnya. Mikirin hal yg buruk pun jangan.
Buat g sendiri, poin2 di atas berhasil kecuali ketika g harus melihat cacing tropis yang berwarna biru dan hitam...panjang..gede..kaya uler. Panikkkkkkk...nafas yg stabil langsung berasa megap2, pikiran susah jalan. Cacing2 itu bisa ada di mana aja, apalagi waktu g naek hujan turun (ketika hujan turun, cacing2 itu akan keluar). G tau g gak akan bisa mengatasi panic attack g itu. Resiko nya adalah g bisa kepeleset ataupun hal2 buruk lainnya krn ketika g liat cacing itu, rasanya g uda pen lari dan g ga berpikir. Akhirnya g bilang sama tmen g, klo g bner2 ga bisa mikir klo liat itu cacing. Maka solusi nya adalah: tmen g jalan persis di depan g (krn biasanya qta bisa terpaut jarak beberapa meter), dia punya tugas kasih tau g posisi itu cacing. Dan g ga akan liat ke arah yg dia bilang. Misalnya: kiri deket batu, tengah di genangan air, dll. Dan alhamdulillah cara itu berhasil:)
Tapi gak semuanya bisa di akalin kaya gtu, karena kemarin hujan jadi kadang rute yg kita lalui itu udah kaya sungai yang deres. Air mengalir deres banget dari atas. Bercampur daun, ranting dan siapa yang tau apalagi isinya. Ancaman cacing dan lintah ataupun binatang2 lain tetap mengancam. Untuk keadaan yg kaya gtu, g cuma bisa berdoa dan pake CELANA PANJANG, klo bisa itu celana dimasukin ke kaos kaki supaya binatang yg aneh2 itu berkurang resiko nya masuk ke celana.
Setelah melalui jalan setapak, tangga batu, sungai yg penuh batu bahkan tebing dengan kemiringan 60 derajat (note: diiringi hujan di beberapa tempat), akhirnya g sampai di Laban rata 7.5 jam kemudian. Average time adalah sekitar 5 jam-an. Kenapa g bisa telat gtu, karena hujan dan harus menyesuaikan dengan ritme yang lain.
Sampai di LabanRata, g laper dan haus..makan dan langsung tidur karena hari masih hujan tidak ada hal yang bisa dilihat, semua putih. Harusnya jam 2 pagi, qta bangun dan bersiap untuk Night Climb mengejar sunrise. Tapi karena g sendiri lumayan tepar, masuk angin karena keujanan..dipaksain mungkin bisa, tapi g menimbang jika gerimis qta tetep ga akan bisa liat sunrise nya (which is ga ada guna nya g paksain) g lebih pilih menyimpan energi untuk turun gunung esok hari nya.
Another tips: HARUS, KUDU, WAJIB dapetin LABAN RATA hostel. Karena itu satu2nya hostel yang lengkap fasilitas nya di tengah2 gunung. Ada tempat makannya, ada pemanas, ada bathroom dan ada tempat tidurnya. Akomodasi yang lain hanya menyediakan lantai dan sleeping bag hehehehe tpi klo mo lbih menyatu dengan alam ya pilih yang lain. Kenapa buat g penting dapet di LABAN RATA, bisa dibayangkan setelah lo mendaki selama average 5 jam...apakah lo masih bersedia menggeret kaki dan badan ke LABAN RATA untuk makan dan mandi yang mana itu harus klo ga, ya berati lo ga makan dan ga mandi.

(Laban Rata)
Hal penting lainnya melihat kasus g yg kena masuk angin, jgn lupa dipikirin gimana caranya supaya ga masuk angin hehehe g juga blom tau niy.
Keesokan pagi nya, cerah, qta bisa liat pemandangan yg sannnngaaat spektakuler menurut g..hehehe karena qta berada di atas awan. Subhanallah pun terucap, g adalah manusia yg sangat kecil di tengah jagat alam yg sangat besar ini. Perjalanan turun pun lancar karena hari tidak hujan, tidak ada cacing, tidak ada aliran air yg membuat jalan jadi licin. Kamipun sampai di kaki gunung 5 jam kemudian. Dengan kondisi g yg masuk angin, perut g sensitif. G ngebuat tim g harus berhenti agak lama di 2 shelter krn g musti pup hihihi. Sbnernya WCnya kotor, lantainya mpe ga keliatan ketutup lumpur dari hujan kemarin. Tpi kepaksa, daripada tambah nyusahin krn g sakit, akhirnya g berhasil pup di WC yg jorok itu (sambil berdoa smoga ga ada cacing hihihi).
Yg bisa g bilang adalah, your mind sometimes is stronger than your body. Contohnya kasus masuk angin g. Ga usa pake turun gunung, biasanya klo masuk angin menci2, badan dah lemes bgt karena musti bolak balik k kamar mandi, belum perut mulesnya. Nah g ngerasain itu selama perjalanan turun gunung g. Yg membantu g, g bilang sama diri g: ok ga terasa mules, turun dulu deh mpe bawah, baru ntar puas2in mules. Jdi klo suara hati dan pikiran g di loudspeaker-in, sepanjang jalan turun g bernyanyi2: we can do it!! Dan bener, g bisa. G jadi bner2 percaya kekuatan pikiran g:)


Banyak banget kesan yg g dapet dari pendakian itu, selain dari bahwa qta manusia itu hanya secuil dibandingkan alam. Bahwa qta manusia dari berbagai negara adalah sama ketika menghadapi tantangan alam. Nice banget bahwa pas di gunung itu, qta bisa merasa menyatu. Ketika pintu kamar terbuka, semua orang tidak akan segan menyapa, mengajak ngobrol bahkan bertukar cerita (pdhal ga kenal) hehehhe...intinya we are citizen of the world.
Sampai di Kinabalu headquarter, g langsung ke Balsam Cafe untuk makan siang terakhir di gunung Kinabalu. Hati senang, perut kenyang tinggal 1 masalah:
Bagaimana kita turun gunung ke Kota Kinabalu lagi dengan harga yang reasonable???
Karena tidak ada terminal bus dekat Kinabalu Park Headquarter, hanya ada taxi dengan harga yg mahal. Dan sebagai budget traveller, qta tidak mau menyerah dengan hal tersebut. Ya iyalah, g naek bus bayar cuma sekitar 45ribu rupiah, kalau naik taxi 1 orangnya 300ribu. Bukannya ga mampu (hihihi gaya), secara qta tau ada yg lebih murah, kenapa harus ambil yg lebih mahal (kcuali terpaksa hehehe(.
Hujan mulai turun, klo menuruti kata hati pengen nyerah naek taxi yg mahal itu. G ber-3 menunggu sejam lebih, sambil berfikir. Nope, ga rela tuyh bayar mahal. Okay, diputuskan akan berjalan ke pinggir jalan untuk melihat keadaan. Jam sudah menunjukkan jam 4.30, g tau bus terakhir dari Kota Kinabalu berangkat jam 5.
Lewatlah minivan, dia berhenti dan menawarkan harga taxi. Kami ber3 pun bernegosiasi, tell him that we are a budget traveller, we don't have a lot of money. Tawaran terakhir kita pun 100ribu per 1 orang. Si bapak tetep gak mau. Tapi dia gak pergi (G berharap siy dia kasian sama qta ber3 cewe2 imut ini (tpi ga punya duit) hihihi). Stengah jam berlalu, g pun mengobrol sama itu bapak2. Ya iyalah g pikir, daripada tambah panik, mending ngobrol, sapa tau bneran tuy bapak kasian (tetep ngarep hehehe). Dan at the end, dia lihat ke depan dan dia bilang klo itu kaya nya tmennya, mungkin dia mau terima ongkos yg akan kami bayar tersebut. Then si bapak ngobrol2 sama temennya...dan dia mau..yippiieeee!
Yah mobilnya siy emang lumayan bobrok, tpi ya sudah lah demi 100ribu. Tapi yah harga itu harus g bayar dengan melayani obrolan si sopir yg ternyata sangat suka mengobrol (sangat2 suka). Mulai dari curhat sampe ttg harga mobil. Wlpun g cape bgt, g terpaksa melayani obrolan2 itu, karena g pikir, qta cewe ber3, ada di tengah gunung, antah berantah di negara lain, menggantungkan nasib sama itu abang...ya iyalah g terpaksa melayani obrolan, daripada g dibuang di jalan hihihi matilah g. Perjalanan 2 jam yg sangat panjang. Apalagi 2 teman g itu kaga nyadar, malah ngobrol ber2 di bangku belakang (awas pembalasan g nanti hehehe). Wlpun terpaksa, g dapet beberapa info juga, klo Kota Kinabalu memang hanya kota wisata, di mana majority dari penduduknya cuma punya pilihan kerja di bidang tersebut. Sebagai contoh si abang ini, kerjaan dia ya nyetir bolak balik kota - gunung..ga kebayang g stress-nya. Si abang bilang, tingkat stress orang2 di situ cukup tinggi krn kerjaan2 mereka itu. Bisa dilihat dari penampakan fisik mereka. Si abang sopir itu pertama g kira uda berumur 30 lebih, ternyata baru 25. Rata2 begitu, pantes aja, banyak orang yang kira qta ber3 yg sebenernya berumur 26 ini, masih duduk di sekolah alias umurnya di bawah 20 tahun wwekwekwekwewwwww ketemulah jawabannya.
Setelah 2 jam lebih (krn macet sedikit), sampailah lagi g di Kota Kinabalu City Center. Bangga juga akhirnya qta bisa sampe dengan harga yg reasonable (plus perjuangan).
Next: Berpetualang di pulau dan pantai
Here we go.
Sesampai di Mount Kinabalu Park, first thing to do adalah pergi ke Headquarter nya untuk mengurus: akomodasi di kaki gunung, di gunung, climbing permit, climbing guide dan insurance. For your information, di gunung Kinabalu, kita tidak boleh melaksanakan pendakian jika belum selesai mengurus item2 tersebut di atas. Mount Kinabalu sendiri dikelola oleh badan swasta yaitu Sutera Sanctuary. Dia menyediakan berbagai akomodasi dengan berbagai range harga, jadi jangan khawatir. G sendiri tentunya memilih yang termurah. Di headquarter juga kita akan mendapat petunjuk di mana tempat makan malam, tempat sarapan, kapan briefing pendakiannya di mulai, apa persiapannya dan hal2 penting lainnya.
Setelah selesai mengurus, g pun lanjut perjalanan menuju ke hostel g, yaitu Grace Hostel. Dari headquarter ke hostel dibutuhkan waktu berjalan kaki kurang lebih 10 menit, tidak ada mobil. Jadilah g ber-3 menggeret koper, menggotong backpack jalan ditemani dengan udara dingin yg sangat menggigit. Jujur ini membuat g takut karena g gak kebayang gimana besok pendakiannya. Apa g mampu menghadapi tantangan alam..hehehehehe g udah membekuuuu di kaki gunung nya aja.
(Setelah berjalan cukup jauh ditemani hujan dan suhu yg dingin)
Setelah kami sampai di hostel, ternyata standard hostelnya tinggi (yiippiee). Kasurnya sudah bukan bunkbed yg tipis, tapi spring bed dengan tingkat ketebalan 20 cm kurang lebih. Kamar bagus, ruangan hostel juga bagus, bersih, kamar mandi banyak. Selesai beres2, kami pun langsung mencari Liwagu restaurant yang akan menjadi tempat makan malam dan briefing untuk pendakian esok harinya. Dan lagi2 kami harus berjalan kaki.
(Our room in Grace Hostel)
Melalui briefing kami melihat kelompok pendakian kami yang mana di dominasi oleh turis Jepang dan Eropa..from Indonesia...just us (dan kaya nya mas2 garink yg kami temui di Akinabalu Youth Hostel). Beda dengan makan malam sebelumnya yang serba minimalis, makan malam kami di Liwagu Restaurant bisa dibilang cukup mewah..ada sapo..ada udang..ada sayur..enakkk dengan harga yang cukup reasonable. Another tips, paksain makan yg banyak dan cukup menjelang pendakian, karena kita akan membutuhkan energi yang cukup banyak.
(makan malam sebelum pendakian)
Pagi pun datang, total jarak yang harus ditempuh sampai dengan puncak tertinggi adalah sekitar 8.5 km (Low's Peak). Pendakian dibagi menjadi 2 tahap yaitu Day Climb (6 km) dan Night Climb (2.5 km sisa nya menuju puncak). Untuk day climb sendiri sebelum mencapai LABAN RATA lodge yang akan menjadi tempat menginap sebelum melakukan Night Climb, kita akan melewati 6 buah shelter (tempat istirahat). Di setiap shelter tersedia kamar mandi dan air yang belum higienis (in case kita kehabisan minum, ttep bisa diminum).

Mount Kinabalu sendiri adalah Gunung ke-3 tertinggi di Asia setelah Gunung Himalaya di Tibet dan Gunung Jayawijaya di Irian Jaya. Tapi Gunung Kinabalu adalah gunung tertinggi yang bisa didaki dengan keahlian mendaki nol, alias tidak memerlukan keahlian mendaki cukup dengan stamina, fisik dan mental yang kuat.
(Tuyh puncak gunung nya keliatan di belakang)
Kalau kebanyakan orang akan memulai dengan yahh pendakian di Gunung Kinabalu adalah hal yang mudah..gak berat..gak cape. Hmmm g akan memulai dengan komentar bahwa walaupun pendakian gunung Kinabalu tidak memerlukan keahlian mendaki, pada kenyataannya tidak semudah itu. Apalagi pendakian g diiringi dengan hujan (g percaya siyh kalo gak ujan, it will be a lotttttt more easier).
Medan pendakian pun beragam dari jalan setapak, batu2 besar sampai dengan tebing dengan kemiringan hampir 60 derajat.
1 km sampai dengan 3 km g masih riang gembira..nyanyi2..ngobrol2..ktawa2. Semakin ke atas, apalagi 2 km terakhir, apa yang g pengen cuma, kapan g bisa liat si Laban Rata hehehe.
Tips dari g:
1. Penting untuk browsing dulu apa yang harus di bawa (air yang banyak banget, makanan berenergi, obat2an, ponco, jaket tebel, dll)
2. Atur ritme pendakian. Jangan lo terlalu cepet di depan, tapi nanti makin ke belakang semakin loyo. Atau kebalikannya, terlalu santai di depan, nanti pas ke atas tetep aja malah kecapean..yang ada semakin lama sampai. Bergerak yang konstan juga berguna untuk menjaga kestabilan aliran darah ke otak. Salah satu resiko kita jalan dari dataran rendah yg tekanannya rendah ke dataran yg jauh lebih tinggi dengan tekanan yang tinggi adalah kepala kita bisa sakit (g lupa ini nama penyakitnya apa, tapi rasanya kepala bakal kaya mau meledak)
3. Hemat nafas. Talking too much or singing too much dihindari, secukupnya aja. Karena smakin ke atas itu oksigen semakin tipis, hematlah oksigen yang ada di dalam otak, di dalam darah.
4. Stay fokus, konsentrasi. Karena dengan tekanan di fisik, kita tetep musti bisa mikir langkah mana yang akan kita ambil yang paling efisien dan aman. Contoh: capean mana pilih batu2 yang gede banget, lbih lebar langkah = lebih banyak energi tapi juga harusnya lebih cpet sampai...atau pilih melangkah di batu2 yg kecil, ga terlalu cape, tapi lama. Ergonomis nya juga musti di pikirin...apa yang lo pegang, cara naek, dll. Dan itu harusnya cepet mikirnya. Karena semakin lama lo bergerak..percaya deh semakin rasa cape itu akan terasa.
5. Tetaplah berfikir positif. Complaining ataupun mendengar orang mengeluh itu bikin lo cepet cape dan kesel. Kata2 self motivation sangat membantu..ayo 1 langkah lagi, dikit lagi sampai..dan semacamnya. Mikirin hal yg buruk pun jangan.
Buat g sendiri, poin2 di atas berhasil kecuali ketika g harus melihat cacing tropis yang berwarna biru dan hitam...panjang..gede..kaya uler. Panikkkkkkk...nafas yg stabil langsung berasa megap2, pikiran susah jalan. Cacing2 itu bisa ada di mana aja, apalagi waktu g naek hujan turun (ketika hujan turun, cacing2 itu akan keluar). G tau g gak akan bisa mengatasi panic attack g itu. Resiko nya adalah g bisa kepeleset ataupun hal2 buruk lainnya krn ketika g liat cacing itu, rasanya g uda pen lari dan g ga berpikir. Akhirnya g bilang sama tmen g, klo g bner2 ga bisa mikir klo liat itu cacing. Maka solusi nya adalah: tmen g jalan persis di depan g (krn biasanya qta bisa terpaut jarak beberapa meter), dia punya tugas kasih tau g posisi itu cacing. Dan g ga akan liat ke arah yg dia bilang. Misalnya: kiri deket batu, tengah di genangan air, dll. Dan alhamdulillah cara itu berhasil:)
Tapi gak semuanya bisa di akalin kaya gtu, karena kemarin hujan jadi kadang rute yg kita lalui itu udah kaya sungai yang deres. Air mengalir deres banget dari atas. Bercampur daun, ranting dan siapa yang tau apalagi isinya. Ancaman cacing dan lintah ataupun binatang2 lain tetap mengancam. Untuk keadaan yg kaya gtu, g cuma bisa berdoa dan pake CELANA PANJANG, klo bisa itu celana dimasukin ke kaos kaki supaya binatang yg aneh2 itu berkurang resiko nya masuk ke celana.
Setelah melalui jalan setapak, tangga batu, sungai yg penuh batu bahkan tebing dengan kemiringan 60 derajat (note: diiringi hujan di beberapa tempat), akhirnya g sampai di Laban rata 7.5 jam kemudian. Average time adalah sekitar 5 jam-an. Kenapa g bisa telat gtu, karena hujan dan harus menyesuaikan dengan ritme yang lain.
Sampai di LabanRata, g laper dan haus..makan dan langsung tidur karena hari masih hujan tidak ada hal yang bisa dilihat, semua putih. Harusnya jam 2 pagi, qta bangun dan bersiap untuk Night Climb mengejar sunrise. Tapi karena g sendiri lumayan tepar, masuk angin karena keujanan..dipaksain mungkin bisa, tapi g menimbang jika gerimis qta tetep ga akan bisa liat sunrise nya (which is ga ada guna nya g paksain) g lebih pilih menyimpan energi untuk turun gunung esok hari nya.
Another tips: HARUS, KUDU, WAJIB dapetin LABAN RATA hostel. Karena itu satu2nya hostel yang lengkap fasilitas nya di tengah2 gunung. Ada tempat makannya, ada pemanas, ada bathroom dan ada tempat tidurnya. Akomodasi yang lain hanya menyediakan lantai dan sleeping bag hehehehe tpi klo mo lbih menyatu dengan alam ya pilih yang lain. Kenapa buat g penting dapet di LABAN RATA, bisa dibayangkan setelah lo mendaki selama average 5 jam...apakah lo masih bersedia menggeret kaki dan badan ke LABAN RATA untuk makan dan mandi yang mana itu harus klo ga, ya berati lo ga makan dan ga mandi.
(Laban Rata)
Hal penting lainnya melihat kasus g yg kena masuk angin, jgn lupa dipikirin gimana caranya supaya ga masuk angin hehehe g juga blom tau niy.
Keesokan pagi nya, cerah, qta bisa liat pemandangan yg sannnngaaat spektakuler menurut g..hehehe karena qta berada di atas awan. Subhanallah pun terucap, g adalah manusia yg sangat kecil di tengah jagat alam yg sangat besar ini. Perjalanan turun pun lancar karena hari tidak hujan, tidak ada cacing, tidak ada aliran air yg membuat jalan jadi licin. Kamipun sampai di kaki gunung 5 jam kemudian. Dengan kondisi g yg masuk angin, perut g sensitif. G ngebuat tim g harus berhenti agak lama di 2 shelter krn g musti pup hihihi. Sbnernya WCnya kotor, lantainya mpe ga keliatan ketutup lumpur dari hujan kemarin. Tpi kepaksa, daripada tambah nyusahin krn g sakit, akhirnya g berhasil pup di WC yg jorok itu (sambil berdoa smoga ga ada cacing hihihi).
Yg bisa g bilang adalah, your mind sometimes is stronger than your body. Contohnya kasus masuk angin g. Ga usa pake turun gunung, biasanya klo masuk angin menci2, badan dah lemes bgt karena musti bolak balik k kamar mandi, belum perut mulesnya. Nah g ngerasain itu selama perjalanan turun gunung g. Yg membantu g, g bilang sama diri g: ok ga terasa mules, turun dulu deh mpe bawah, baru ntar puas2in mules. Jdi klo suara hati dan pikiran g di loudspeaker-in, sepanjang jalan turun g bernyanyi2: we can do it!! Dan bener, g bisa. G jadi bner2 percaya kekuatan pikiran g:)
Banyak banget kesan yg g dapet dari pendakian itu, selain dari bahwa qta manusia itu hanya secuil dibandingkan alam. Bahwa qta manusia dari berbagai negara adalah sama ketika menghadapi tantangan alam. Nice banget bahwa pas di gunung itu, qta bisa merasa menyatu. Ketika pintu kamar terbuka, semua orang tidak akan segan menyapa, mengajak ngobrol bahkan bertukar cerita (pdhal ga kenal) hehehhe...intinya we are citizen of the world.
Sampai di Kinabalu headquarter, g langsung ke Balsam Cafe untuk makan siang terakhir di gunung Kinabalu. Hati senang, perut kenyang tinggal 1 masalah:
Bagaimana kita turun gunung ke Kota Kinabalu lagi dengan harga yang reasonable???
Karena tidak ada terminal bus dekat Kinabalu Park Headquarter, hanya ada taxi dengan harga yg mahal. Dan sebagai budget traveller, qta tidak mau menyerah dengan hal tersebut. Ya iyalah, g naek bus bayar cuma sekitar 45ribu rupiah, kalau naik taxi 1 orangnya 300ribu. Bukannya ga mampu (hihihi gaya), secara qta tau ada yg lebih murah, kenapa harus ambil yg lebih mahal (kcuali terpaksa hehehe(.
Hujan mulai turun, klo menuruti kata hati pengen nyerah naek taxi yg mahal itu. G ber-3 menunggu sejam lebih, sambil berfikir. Nope, ga rela tuyh bayar mahal. Okay, diputuskan akan berjalan ke pinggir jalan untuk melihat keadaan. Jam sudah menunjukkan jam 4.30, g tau bus terakhir dari Kota Kinabalu berangkat jam 5.
Lewatlah minivan, dia berhenti dan menawarkan harga taxi. Kami ber3 pun bernegosiasi, tell him that we are a budget traveller, we don't have a lot of money. Tawaran terakhir kita pun 100ribu per 1 orang. Si bapak tetep gak mau. Tapi dia gak pergi (G berharap siy dia kasian sama qta ber3 cewe2 imut ini (tpi ga punya duit) hihihi). Stengah jam berlalu, g pun mengobrol sama itu bapak2. Ya iyalah g pikir, daripada tambah panik, mending ngobrol, sapa tau bneran tuy bapak kasian (tetep ngarep hehehe). Dan at the end, dia lihat ke depan dan dia bilang klo itu kaya nya tmennya, mungkin dia mau terima ongkos yg akan kami bayar tersebut. Then si bapak ngobrol2 sama temennya...dan dia mau..yippiieeee!
Yah mobilnya siy emang lumayan bobrok, tpi ya sudah lah demi 100ribu. Tapi yah harga itu harus g bayar dengan melayani obrolan si sopir yg ternyata sangat suka mengobrol (sangat2 suka). Mulai dari curhat sampe ttg harga mobil. Wlpun g cape bgt, g terpaksa melayani obrolan2 itu, karena g pikir, qta cewe ber3, ada di tengah gunung, antah berantah di negara lain, menggantungkan nasib sama itu abang...ya iyalah g terpaksa melayani obrolan, daripada g dibuang di jalan hihihi matilah g. Perjalanan 2 jam yg sangat panjang. Apalagi 2 teman g itu kaga nyadar, malah ngobrol ber2 di bangku belakang (awas pembalasan g nanti hehehe). Wlpun terpaksa, g dapet beberapa info juga, klo Kota Kinabalu memang hanya kota wisata, di mana majority dari penduduknya cuma punya pilihan kerja di bidang tersebut. Sebagai contoh si abang ini, kerjaan dia ya nyetir bolak balik kota - gunung..ga kebayang g stress-nya. Si abang bilang, tingkat stress orang2 di situ cukup tinggi krn kerjaan2 mereka itu. Bisa dilihat dari penampakan fisik mereka. Si abang sopir itu pertama g kira uda berumur 30 lebih, ternyata baru 25. Rata2 begitu, pantes aja, banyak orang yang kira qta ber3 yg sebenernya berumur 26 ini, masih duduk di sekolah alias umurnya di bawah 20 tahun wwekwekwekwewwwww ketemulah jawabannya.
Setelah 2 jam lebih (krn macet sedikit), sampailah lagi g di Kota Kinabalu City Center. Bangga juga akhirnya qta bisa sampe dengan harga yg reasonable (plus perjuangan).
Next: Berpetualang di pulau dan pantai
Monday, August 17, 2009
Ultah Indonesia tercinta yang ke-64

Tanggal 17 Agustus 2009, yap hari ini, Indonesia tercintaku ini anniversary kemerdekaannya yang ke-64. Untuk tahun ini, semangat nasionalisme lebih terlihat dan terasa. Dimulai dengan pemecahan rekor dunia dengan melaksanakan upacara pengibaran bendera di bawah laut bunaken yang dihadiri oleh kurang lebih 2,400 manusia (national dan expat), pengibaran bendera di perut bumi, di puncak gunung tertinggi di Eropa, di gunung Semeru, di gunung Bromo...dan berbagai kampanye "Aku cinta dan bangga dengan Indonesia"...hwaaaa hati g juga jadi bangga dan terharu.
G yakin banyak manusia skeptis yg bilang bahwa itu hanyalah simbolis saja, tidak ada pembuktiannya. Yaah kita memang bebas berkomentar, tapi menurut g..kasiaaann dueehhhh orang yg cuma bisa berkomen seperti itu. Buat g sendiri, apapun itu...yang membuat terharu adalah masih banyak orang yg mau bersusah payah menunjukkan kepada siapapun yang peduli bahwa mereka peduli loh sama Indonesia tercinta ini dalam bentuk sekecil apapun (gak usah dibandingkan dengan upacara bawah laut hehehe). Jadi inget seorang teman yang sedang tinggal di Kuala Lumpur. She said almost everyday is a fight untuk menunjukkan bahwa Indonesia itu bagus loh. Such as, suatu hari si teman memakai baju batik ke kantor, sewaktu di lift kantor nya (di mana majority adalah orang KL), ada temannya yg komentar bahwa batik adalah khas Malaysia, temen g itu dengan cueknya bilang bahwa dia salah, batik adalah khas Indonesia di mana UNESCO sudah mengakui itu (ini fakta). G cukup terkagum2 dengan keberanian teman g itu. Mungkin itu emang hal kecil, tapi do u certainly will do the exact thing klo lo berada di situasi yang sama. Karena cuekin ucapan tuy orang adalah the easiest thing to do..apalagi mengingat lo adalah tamu di negeri mereka.
Seperti tadi siang, dalam suatu percakapan salah satu teman g yg lain pun ada yg berkomentar bahwa yah masa buktiin nasionalisme cuma dengan naek gunung dan nancepin bendera. G yg uda pernah naek gunung (tapi cupu ini pun tidak terima), lo kira naek gunung cuma kaya jalan kaki doang. Itu tetep butuh kemauan dan komitmen.
G setuju bahwa emang nasioanalisme itu tidak cuma dibuktikan dengan nancepin bendera di gunung, tapi dengan berusaha melakukan yang terbaik buat negeri ini sesuai dengan keahlian yang qta punya:)
Dirgahayu Indonesia!

Saturday, August 1, 2009
Things to recover my mood
Belakangan due to some problem with the current condition of hubungan g dengan dia, g butuh banyak hal untuk recover the mood. Berikut adalah beberapa hal yang g temukan lumayan membantu. Diurut berdasarkan tingkat ke-bete-an, makin gede urutannya = makin gede bete nya hihihi.
1. Makan Coklat
Menurut ilmu biologi (iya ga ya hehe) emang ada zat di dalam coklat yg bisa memicu hormon yg biasanya keluar klo qta lgi seneng. Jadi ketika qta makan coklat, hormon itu dipaksa keluar = qta dipaksa seneng hehehe. Ga tau krn sugesti apa bukan, tapi buat g ini ngaruh. Klo di kantor gi bete, ngemil-lah g coklat (atau apapun yg mengandung coklat), bis itu bisa senyum2 sendiri lgi hihihi
2. Buang2 duid (hihihi alias shopping)
Ini sangat temporary efeknya, karena begitu abis belanja yg ada tambah stress hihi krn merasa bersalah. Tapi kegiatan shopping ini ngaruh, krn bisa mengalihkan perhatian g sejenak (ya iyalah kan milih barang belanjaan perlu konsentrasi tinggi hihihhi)
3. Melakukan hal2 yg g tau bikin g seneng
Antara lain: nonton sitcom yg bikin ketawa sendiri, dengerin lagu yg up-beat hehehehe kan jdi smangat sambil nyanyi2...nariiiiiii...ikutan kelas bodyjam, tapi yg instruktur nya Fetty di FitnessFirst hihihi slain dia, efeknya kurang nampol:)
4. Ngobrol, ceting, sms-an sama orang yg g tau pasti bisa bikin g senyum sedikit
Ini klo uda lumayan parah bad mood nya, g biasanya musti cari orang buat mnumpahkan emosi hehehehe atau sekedar dengerin cerita orang lain (g juga ga ngerti, tapi kdang dengerin orang lain cerita bisa bkin emosi lebih damai)...yah ato sekedar ngobrol hal2 'penting' ma orang laen yg g tau bisa bikin g senyum2 sendiri (bukan karena gila hihihi)
5. Get my hair done
Jika bete berlanjut dan makin parah..ini the ultimate solusi dan buat g selalu berhasil. G harus melakukan sesuatu dengan rambut g hehehe bisa ke salon atau hanya dengan nge-roll rambut sendiri (intinya melakukan sesuatu dengan rambut), tapi dengan catatan hasilnya emang harus bagus hihihi klo ga yg ada tambah pengen makan orang alias tambah bete;) Terakhir g kmaren sempet nyobain si-babyliss di salon, bis itu langsung feel very good:)
Semoga membantu! Nanti klo menambah list-nya, hihi berati g musti update blog ini;)
1. Makan Coklat
Menurut ilmu biologi (iya ga ya hehe) emang ada zat di dalam coklat yg bisa memicu hormon yg biasanya keluar klo qta lgi seneng. Jadi ketika qta makan coklat, hormon itu dipaksa keluar = qta dipaksa seneng hehehe. Ga tau krn sugesti apa bukan, tapi buat g ini ngaruh. Klo di kantor gi bete, ngemil-lah g coklat (atau apapun yg mengandung coklat), bis itu bisa senyum2 sendiri lgi hihihi
2. Buang2 duid (hihihi alias shopping)
Ini sangat temporary efeknya, karena begitu abis belanja yg ada tambah stress hihi krn merasa bersalah. Tapi kegiatan shopping ini ngaruh, krn bisa mengalihkan perhatian g sejenak (ya iyalah kan milih barang belanjaan perlu konsentrasi tinggi hihihhi)
3. Melakukan hal2 yg g tau bikin g seneng
Antara lain: nonton sitcom yg bikin ketawa sendiri, dengerin lagu yg up-beat hehehehe kan jdi smangat sambil nyanyi2...nariiiiiii...ikutan kelas bodyjam, tapi yg instruktur nya Fetty di FitnessFirst hihihi slain dia, efeknya kurang nampol:)
4. Ngobrol, ceting, sms-an sama orang yg g tau pasti bisa bikin g senyum sedikit
Ini klo uda lumayan parah bad mood nya, g biasanya musti cari orang buat mnumpahkan emosi hehehehe atau sekedar dengerin cerita orang lain (g juga ga ngerti, tapi kdang dengerin orang lain cerita bisa bkin emosi lebih damai)...yah ato sekedar ngobrol hal2 'penting' ma orang laen yg g tau bisa bikin g senyum2 sendiri (bukan karena gila hihihi)
5. Get my hair done
Jika bete berlanjut dan makin parah..ini the ultimate solusi dan buat g selalu berhasil. G harus melakukan sesuatu dengan rambut g hehehe bisa ke salon atau hanya dengan nge-roll rambut sendiri (intinya melakukan sesuatu dengan rambut), tapi dengan catatan hasilnya emang harus bagus hihihi klo ga yg ada tambah pengen makan orang alias tambah bete;) Terakhir g kmaren sempet nyobain si-babyliss di salon, bis itu langsung feel very good:)
Semoga membantu! Nanti klo menambah list-nya, hihi berati g musti update blog ini;)
It was not only about the performance: Beauty and The Beast
.jpg)
Setelah 4 bulan latihan, akhirnya Sabtu kemarin tgl 25 July 2009 adalah hari H dari dance performance by Namarina dengan judul Beauty and The Beast. Bertempat di Graha Bakti Budaya, TIM ini adalah performance ke-2 g di gedung tersebut. Sudah kurang lebih 6 tahun berlalu. Dan dari ingatan g, ternyata gedung itu ga berubah sama sekali, backstage, stage, bahkan pinggiran panggung nya. Semua terekam jelas di ingatan g karena 6 tahun yg lalu kira2 g masih di tahun pertama kuliah g..G perform bareng Liga Tari UI dan itu sangat menyeramkan hehehe..secara g anak baru bgt, senior nya galak2 banget hehehe ya iyalah ga bakal g lupain betapa menyeramkannya itu panggung.
Tapi kali ini ternyata berbeda, dengan suasana beauty and the beast (apaan ya)...performance kali ini sangat bernuansa ceria. Banyak anak kecil, kostumnya warna warni (sangat kontras dengan kostum g dulu dimana semua serba gelap hehehe)...wlpun teriakan2 dari semua crew performance tetep ada siy hehehe. Bedanya kali ini bukan g yg dimarah2in;)
Kelas g mendapat bagian menjadi pedagang buah di dalam performance Beauty and The Beast ini, dengan lagu 'That Thing You Do' dari The Wonders, kami mendapat giliran tarian ke-3 dengan durasi bisa mejeng di panggung selama kurang lebih 7 menit-an. Bayangkan latian 4 bulan hanya untuk mejeng 7 menit hehehehe...dan ketika gladi resik di hari Jum'at, khususnya g tetep kena 'stage fever' alias demam panggung. Lutut rasa nya lemes, pikiran semi2 kacau, hafalan jadi porak poranda dan ekspresi muka jdi sulit dikontrol. ALhasil setelah pulang dari Gladi Resik, g dengerin lagi berulang kali lagunya dan g latian lagi berpuluh2 kali. Tujuan g adalah supaya itu lagu dan tarian bisa masuk mpe alam bawah sadar g hihihi jdi klo seburuknya itu demam panggung menyerang semoga program 'auto-pilot' alam bawah sadar g bisa membantu (entah ini teori yang valid atau tidak).
Pada hari H-nya, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Demam panggung itu tetep ada, tapi g bisa mengatasi dengan lumayan baik. G ga perlu menjalankan program 'auto-pilot', g bisa merasakan setiap momen-nya di panggung itu. Wlpun ada 1 moment ketika g kesembur asap dan jadi hilang konsentrasi, tapi sisanya baik. G bisa senyum (akhirnya g bisa senyum di panggung hihihi), g bisa menikmati tariannya, g bisa berkomunikasi dengan baik dengan team member yang lain..intinya pikiran g masih bisa berjalan hehehehe. Alhamdulillah:)
Yah itu 7 menit yg sangat melelahkan, abis itu g keringetan (pdhal yg biasanya g ulang2 itu tarian 5 kali juga ga ada rasanya), muka g berasa dingin, jantung berdebar2 hihihi analisa g adalah mungkin krn selama 7 menit itu g lumayan berhasil total 90% hihihi sekali lagi g gak tau teori g itu valid apa engga;)
Selain mengenai performance itu sendiri, ada hal penting lainnya buat g. Yaitu karena g dipaksa selama kurang lebih 5 jam bersama anak2 kecil itu, yah akhirnya g bisa lumayan menyambung juga sama mereka...selain fakta bahwa mereka adalah anak2 masa kini yang sangat beruntung karena orang tua mereka adalah orang yg sangat mampu (Blackberry, tas LV -> Louis Vitton, jalan2 keluar negeri adalah hal yang biasa buat mereka), yah selain itu mereka adalah anak2 yang normal hehehehehe.
Tidak sabar untuk berlatih lagi;)
Subscribe to:
Posts (Atom)